Postingan

Kemarin adalah mimpi

 700 tahun telah berlalu setelah pemusnahan massal manusia. kini tidak ada seorang pun yang selamat setelah menghadapi benda tak kasat mata itu yang saat ini disebut sebagai Mado. Mado adalah sebutan dari sesuatu yang diduga adalah efek dari suatu sihir yang pernah melanda di bumi selama umat manusia masih hidup, penyebabnya tidak diketahui hingga sampai saat ini. Kini berbagai hipotesa yang dahulu diajukan oleh para umat manusia yang telah musnah kembali dibahas oleh para arkeolog dan para pakar yang ahli dalam bidang sihir untuk membuktikan sekali lagi bahwa Mado adalah benda yang lahir dari bumi ini bukan dari tempat yang jauh di luar angkasa. Salah satu hipotesa yang paling terkenal adalah Hipotesa Ar, dia menjelaskan bahwa asal Corona atau yang sekarang disebut dengan Mado adalah benda tak kasat mata yang dahulunya berasal 2000 tahun yang lalu disaat ras rubah masih menjadi manusia. Awal mula benda tersebut tercipta adalah karena pada saat itu manusia memiliki banyak jenis mak...

Setelah Masa Itu

 Seorang bocah laki-laki memegang pedang besi sepanjang satu meter menukik tajam di antara jalan raya. Dia beberapa kali mencoba untuk menikam musuh dihadapannya. Akan tetapi, selalu saja musuh yang dihadapainya itu mengelak dengan telak, sepertinya dia memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada seorang pemegang senjata pusaka keramat. Anak itu memasang kuda-kuda dan bersiap untuk menusuk lawannya di bagian yang vital. namun, sepertinya anak itu sudah kelelahan, terlihat dari napasnya yang tersengal-sengal, dia sendiri sudah berada di titik yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan musuhnya.  "kau terlihat kelelahan bocah tengik," ucapnya dengan senyuman sinis. "Walaupun kau seorang 12 Pemegang Senjata Keramat yang terpilih. namun, kau masih saja tidak mampu melawan orang biasa dari organisasi sampah sepertiku." "Diam, kau! aku adalah pemegang pedang keramat 'Yume' yang terhormat." bentaknya dengan tubuh yang hampir ambruk, tapi dia masih tetap ...

Buku Kuno

 Di sebuah taman kecil belakang perpustakaan kota, dekat dengan tanaman perdu setinggi orang dewasa. ada seseorang yang duduk dengan buku setebal kue ulang tahun pertamanya. Dia termangu memandang kertas kosong, jari-jemarinya yang lentik beberapa kali memutar pena. "Sepertinya kau sedang luang, maukah ikut denganku ke balai kota?" tanya seorang wanita berambut panjang berwarna merah. dia terlihat kelelahan, sebab saat ini dia sedang merangkul tumpukan buku yang sepertinya sangat kuno dan berharga. namun, dia tetap tersenyum dan mencoba untuk melupakan beban yang sedang dia bawa. "apakah kau tidak lihat? aku sedang mencoba untuk menulis," ucap orang itu menghiraukan wanita bermantel putih bersih "menulis tentang seluruh kehidupan yang telah terjadi sesuai dengan pandanganku selama ini." tambah dia. keduanya adalah salah satu dari sekian pakar terkemuka yang berasal dari negara berbeda kemudian dikumpulkan untuk misi menyelamatkan umat manusia dari kehancur...