Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Setelah Masa Itu

 Seorang bocah laki-laki memegang pedang besi sepanjang satu meter menukik tajam di antara jalan raya. Dia beberapa kali mencoba untuk menikam musuh dihadapannya. Akan tetapi, selalu saja musuh yang dihadapainya itu mengelak dengan telak, sepertinya dia memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada seorang pemegang senjata pusaka keramat. Anak itu memasang kuda-kuda dan bersiap untuk menusuk lawannya di bagian yang vital. namun, sepertinya anak itu sudah kelelahan, terlihat dari napasnya yang tersengal-sengal, dia sendiri sudah berada di titik yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan musuhnya.  "kau terlihat kelelahan bocah tengik," ucapnya dengan senyuman sinis. "Walaupun kau seorang 12 Pemegang Senjata Keramat yang terpilih. namun, kau masih saja tidak mampu melawan orang biasa dari organisasi sampah sepertiku." "Diam, kau! aku adalah pemegang pedang keramat 'Yume' yang terhormat." bentaknya dengan tubuh yang hampir ambruk, tapi dia masih tetap ...

Buku Kuno

 Di sebuah taman kecil belakang perpustakaan kota, dekat dengan tanaman perdu setinggi orang dewasa. ada seseorang yang duduk dengan buku setebal kue ulang tahun pertamanya. Dia termangu memandang kertas kosong, jari-jemarinya yang lentik beberapa kali memutar pena. "Sepertinya kau sedang luang, maukah ikut denganku ke balai kota?" tanya seorang wanita berambut panjang berwarna merah. dia terlihat kelelahan, sebab saat ini dia sedang merangkul tumpukan buku yang sepertinya sangat kuno dan berharga. namun, dia tetap tersenyum dan mencoba untuk melupakan beban yang sedang dia bawa. "apakah kau tidak lihat? aku sedang mencoba untuk menulis," ucap orang itu menghiraukan wanita bermantel putih bersih "menulis tentang seluruh kehidupan yang telah terjadi sesuai dengan pandanganku selama ini." tambah dia. keduanya adalah salah satu dari sekian pakar terkemuka yang berasal dari negara berbeda kemudian dikumpulkan untuk misi menyelamatkan umat manusia dari kehancur...