Buku Kuno

 Di sebuah taman kecil belakang perpustakaan kota, dekat dengan tanaman perdu setinggi orang dewasa. ada seseorang yang duduk dengan buku setebal kue ulang tahun pertamanya. Dia termangu memandang kertas kosong, jari-jemarinya yang lentik beberapa kali memutar pena.

"Sepertinya kau sedang luang, maukah ikut denganku ke balai kota?" tanya seorang wanita berambut panjang berwarna merah. dia terlihat kelelahan, sebab saat ini dia sedang merangkul tumpukan buku yang sepertinya sangat kuno dan berharga. namun, dia tetap tersenyum dan mencoba untuk melupakan beban yang sedang dia bawa.

"apakah kau tidak lihat? aku sedang mencoba untuk menulis," ucap orang itu menghiraukan wanita bermantel putih bersih "menulis tentang seluruh kehidupan yang telah terjadi sesuai dengan pandanganku selama ini." tambah dia.

keduanya adalah salah satu dari sekian pakar terkemuka yang berasal dari negara berbeda kemudian dikumpulkan untuk misi menyelamatkan umat manusia dari kehancuran massal. para manusia pada masa kini sudah berada diujung tanduk. semua itu disebabkan oleh mahkluk hidup yang tak kasat mata .namun, mampu menghancurkan sesuatu yang kasat. makhluk ini disebut juga sebagai virus bermahkota atau korona.

"Eh, membosankan," salah seorang gadis cebol bermantel putih menukas. 

"Oh akhirnya kau datang juga, ini bantu aku membawakan buku ke balai kota." 

"berat, bukannya ini semua buku yang kau bawa? sial..." keluh si gadis cebol.

"kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu, Ashie. Saat ini kita sedang diburu waktu, cepat selesaikan bukumu itu." 

"m..." jawabnya dengan masa bodoh.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemarin adalah mimpi

Setelah Masa Itu